Asal Kena
Cungar-Cengir Wae, Coach Andre Tetap Sterek

DI lingkungan Komplek Senopati Banjaran, ada satu manusia yang badannya tidak perlu diperkenalkan terlalu panjang.
Namanya Coach Andre, profesinya Piti Fitnes alias pelatih fitnes. Jadi kalau badannya sterek, itu bukan hasil kebanyakan nongkrong di Dwi Center. Itu hasil kerja keras, angkat beban, dan kemungkinan besar punya hubungan yang cukup serius dengan ayam.
Tapi yang paling khas dari Coach Andre bukan ototnya.
Cungar-cengirnya.
Kalau nongkrong di Dwi Center, Coach Andre bisa duduk santai, ngobrol, diam, lalu tiba-tiba cungar-cengir sendiri.
Tidak ada yang tahu apa yang lucu. Tidak ada yang tahu siapa yang menghibur. Kadang belum ada yang ngomong, dia sudah seuri heula. Seolah-olah di dalam kepalanya ada televisi pribadi yang acaranya hanya dia yang punya remote.
“Coach, kunaon seuri?”
“Teu nanaon.”
Cengir deui.
Ya sudah.
Cungar-cengir wae.
Padahal kalau melihat badannya, orang mungkin mengira Coach Andre bakal tampil sangar. Bahu lebar, lengan berisi, badan kekar. Tapi ternyata orangnya ramah, rendah hati, dan tidak pernah sibuk menunjukkan kekuatan fisik. Ototnya besar, egonya kecil.
Ini yang membuat Coach Andre enak diajak nongkrong. Badan boleh sterek, tapi sikap tetap santuy.
Tidak pernah merasa paling kuat hanya karena bisa mengangkat beban yang kalau diangkat orang biasa mungkin sudah langsung meminta pertanggungjawaban kepada Tuhan.
Dan dari sinilah lahir filsafat barbel Coach Andre.
Menurutnya, barbel itu mengajarkan kehidupan. Semakin berat bebannya, semakin banyak kita belajar. Tapi jangan salah. Bukan berarti setiap masalah harus diangkat seperti barbel. Ada masalah yang cukup dipikirkan, ada yang cukup didiamkan, dan ada juga yang lebih baik ditinggal karena kalau dipaksakan malah encok.
Barbel juga mengajarkan satu hal penting, yang berat tidak selalu harus dikeluhkan. Kadang cukup diangkat, diturunkan, lalu diangkat lagi.
Bedanya dengan kehidupan, kalau barbel terlalu berat kita bisa menurunkannya.
Kalau masalah terlalu berat Biasanya malah dinaikkan ke status WhatsApp.
Soal makanan, Coach Andre juga punya perjuangan tersendiri. Untuk menjaga badan tetap kekar dan stabil, ayam menjadi salah satu andalannya. Bahkan ayam itu dijus atau diblender.
Jadi kalau manusia biasa makan ayam dengan nasi, Coach Andre mungkin sudah berpikir lebih jauh:
“Kumaha lamun ayamna dijieun jus?” Blender berputar, ayam hancur, protein masuk, otot senang. Yang bingung cuma ayamnya.
Begitulah Coach Andre. Piti Fitnes yang badannya keras, tapi orangnya tidak keras kepala. Kuat secara fisik, tetapi tetap rendah hati. Dan ketika dunia terlalu serius, ia punya satu metode sederhana untuk menghadapi kehidupan:
Cungar-cengir.
Barbel bisa diangkat. Ego diturunkan. Ayam diblender.
Hirup mah ulah loba teuing dipikirkeun. Lamun teu aya nu bisa ditawaan, seuri sorangan oge teu kudu izin Erte.***
-
Asal Kena7 bulan agoDunia Emang Kayak Gini, Pusing Dikit Mah Terima Ajalah
-
Campuran5 bulan agoAbang Mengalah Aja, tapi Jangan Pernah Kalah!
-
Campuran5 bulan agoFilosofi Orang Bloon: Antara Rebahan, Penyesalan, dan Niat yang Selalu Besok
-
Campuran4 bulan agoJelang Pemilihan RT 06 Senopati, Survei SSI Tempatkan Sona Adriana di Posisi Teratas
-
Asal Kena5 bulan agoPunya Kenalan Menteri Tapi Otak Masih Nyangkut di Rice Cooker
-
Asal Kena5 bulan agoUntung Punya Isteri Santuy, Hidup Saya Gagal Terus
-
Campuran5 bulan agoKata Arsyila, “Ayah Mau ke Mana?”
-
Asal Kena4 bulan agoAgak Stres Boleh, Asal Jangan Gila!
