Connect with us

Asal Kena

Isteri Itu Bukan Ditakuti, tapi Dihindari Seperti Dilodok Soang!

Published

on

LAKI-LAKI itu sebenarnya pemberani. Berani begadang, berani ngutang, bahkan berani sok kaya padahal saldo tinggal angka yang menyedihkan. Tapi kalau sudah berhadapan dengan isteri, mendadak jadi manusia paling diplomatis sedunia.

Bukan takut, ya. Cuma geli. Persis seperti dilodok soang. Teu bahaya-bahaya teuing, tapi kalau sudah ngejar, urang lumpat siga nu keur ikut olimpiade.

Makanya, dalam rumah tangga, mengalah itu bukan berarti kalah. Kadang itu strategi bertahan hidup agar jatah kopi, uang jajan, dan akses Wi-Fi tetap aman. Sebab laki-laki cerdas tahu, tidak semua pertempuran harus dimenangkan. Apalagi kalau lawannya hafal semua dosa kita sejak zaman pacaran.

Ada juga suami yang kalau ditanya, “Tadi ke mana?” jawabannya lebih lengkap daripada laporan pertanggungjawaban proyek pemerintah. Bukan karena bersalah, tapi demi menjaga stabilitas nasional di dalam rumah.

Yang paling ajaib, laki-laki bisa berdebat soal politik sampai tengah malam, merasa paling benar soal ekonomi, bahkan berani mengkritik presiden. Tapi begitu isteri bilang, “Terserah!” mendadak otaknya rapat paripurna, jantungnya sidang darurat, dan mulutnya memilih hak untuk tidak berpendapat.

Ingat, Bos! Kalau dilodok soang, kita masih bisa lari. Kalau dilodok isteri, kita bisa kehilangan rumah, kendaraan, hak asuh anak, dan yang paling menyakitkan: tetap disuruh bayar cicilan!***

Terpopuler

Copyright © 2026