Connect with us

Asal Kena

Untung Punya Isteri Santuy, Hidup Saya Gagal Terus

Published

on

DARI ratusan ide, yaaa paling lima sampai sepuluh yang benar-benar dilaksanakan. Yang berhasil? Paling satu atau dua. Sisanya kebanyakan gagal. Ada yang mati sebelum mulai, ada yang semangatnya cuma tahan tiga hari, ada juga yang hancur pelan-pelan sambil bikin saya bengong sendiri lihat rekening.

Kadang saya mikir, otak saya ini kayak grup brainstorming yang nggak pernah bubar. Tiap malam muncul ide baru. Mau bikin usaha ini lah, bikin konten itu lah, jualan anu lah, bikin proyek segala macam. Pas malam rasanya seperti calon orang sukses. Paginya bingung modal dari mana.

Untung saja saya punya isteri santuy.

Yang selalu mendengarkan ocehan-ocehan saya, walaupun mungkin dalam hatinya dia capek juga dengar suaminya tiap minggu punya cita-cita baru. Tapi hebatnya, dia nggak pernah langsung motong omongan saya dengan kalimat: “Udahlah, yang realistis aja.”

Dia justru lebih sering jawab: “Ya coba aja dulu.”

Padahal yang dicoba kadang aneh-aneh.

Pernah saya semangat mau bikin usaha yang menurut saya bakal meledak di pasaran. Saya presentasi ke isteri seperti bos startup lagi cari investor. Pakai nada meyakinkan, pakai hitung-hitungan yang bahkan saya sendiri nggak ngerti. Dia cuma ngangguk sambil makan kerupuk.

Dua bulan kemudian usahanya tutup.

Saya stres. Dia malah bilang, “Ya udah, berarti bukan rezekinya di situ.”

Santuy banget.

Kadang saya heran, kenapa dia bisa setenang itu hidup sama manusia penuh ide tapi minim keberhasilan kayak saya. Karena jujur aja, hidup sama orang yang gampang bosan itu melelahkan. Hari ini semangat, besok drop. Hari ini yakin bakal sukses, minggu depan mendadak pengen mulai hidup baru lagi.

Saya sendiri kadang capek sama diri sendiri.

Apalagi kalau lihat teman-teman lain hidupnya mulai stabil. Ada yang kariernya naik. Ada yang usahanya berkembang. Ada yang rumahnya makin bagus. Sementara saya? Masih sibuk nyusun ulang mimpi setelah gagal berkali-kali.

Pernah di satu malam saya bilang ke isteri, “Kayaknya aku gagal terus deh.”

Dia malah ketawa kecil.

Katanya, “Kalau gagal terus mah kita udah nggak makan dari dulu.”

Kalimat sederhana, tapi lumayan nusuk.

Karena ternyata selama ini saya terlalu sibuk menghitung kegagalan, sampai lupa kalau masih ada hal-hal kecil yang berjalan. Masih bisa makan. Masih bisa ketawa. Masih bisa ngopi walau sachetan. Masih bisa tidur walau pikiran muter-muter.

Dan yang paling penting, masih ada orang yang tetap percaya sama saya meski bukti suksesnya belum seberapa.

Mungkin hidup memang nggak selalu soal menang besar. Kadang cuma soal bertahan waras sambil tetap mencoba lagi. Walau pelan. Walau sering jatuh. Walau kadang kelihatan kayak orang bingung sendiri.

Sekarang saya masih sering punya ide random. Masih sering gagal juga. Bedanya, sekarang saya nggak terlalu takut.

Karena saya tahu, pulang ke rumah bakal tetap ada isteri santuy yang dengerin ocehan saya sambil bilang, “Ya udah, dicoba lagi aja.”***

Terpopuler

Copyright © 2026