Connect with us

Asal Kena

Bodo Amat, yang Penting Tuhan Masih Online

Published

on

SUDAH sampai pada tahap hidup, bodo amat sama drama negeri ini. Bukan gak peduli. Bukan putus asa. Cuma sadar diri, ternyata tenaga buat mikirin semuanya terbatas, sementara masalahnya unlimited.

Mau protes? Silakan. Mau marah? Monggo. Mau bikin status panjang? Hayu. Tapi setelah itu cek rekening… Loh, kok saldo masih segitu? Berarti ada yang salah. Ternyata ribut seharian gak otomatis bikin dompet lebih makmur.

Akhirnya sekarang mah pilih jalur selow tapi tidak blo’on, pasrah tapi tidak menyerah. Yang bisa diperbaiki, diperbaiki. Yang bisa diusahakan, diusahakan. Yang di luar kendali, ya sudah… Daripada dipikirin terus sampai ubanan, mending ngopi.

Sebab setelah introspeksi, ternyata yang paling bikin capek bukan keadaan. Terlalu berharap kepada makhluk. Hari ini kita anggap seseorang bisa menyelamatkan hidup kita, besok dia sibuk menyelamatkan hidupnya sendiri. Ya wajar. Namanya juga manusia. Baterainya juga ada batasnya.

Jadi sekarang mah Tuhan dulu. Tuhan lagi. Tuhan terus. Bukan berarti jadi manusia cuek sama dunia. Justru tetap peduli, tetap kerja, tetap cari rezeki, tetap bantu orang. Cuma gak mau lagi hidup bergantung pada tepuk tangan manusia.

Kalau dipuji, alhamdulillah.
Kalau dicaci, Ya… semoga yang nyaci sehat selalu. Kalau dilupakan, gapapa. Yang penting jangan sampai Tuhan yang kita lupakan.

Hidup mah kayak pohon. Gak banyak bacot, gak ikut debat politik, gak pernah bikin konferensi pers. Tapi dia tetap tumbuh, tetap memberi teduh, dan kalau waktunya tiba… Buahnya jatuh sendiri.

Kita juga begitu. Tumbuh saja. Berbuat baik saja. Manfaat saja. Gak usah sibuk membuktikan diri kepada semua orang. Karena manusia itu unik: sudah kita jelaskan panjang lebar pun kadang masih salah paham.

Pokoknya sekarang mah prinsipnya sederhana:

Hati sama Tuhan. Kaki tetap di bumi. Tangan tetap bekerja.
Kepala tetap dingin. Dompet tetap diusahakan jangan kosong.

Soal negeri, soal manusia, soal dunia dan segala dramanya… Yaudah. Kita jalani bagian kita.

Karena ternyata hidup lebih tenang ketika kita berhenti merasa harus mengendalikan semuanya.

Tuhan yang pegang dunia. Kita pegang kendali atas diri sendiri.
Kalau urusan saldo… Ya itu mah tetap harus diusahakeun.***

Terpopuler

Copyright © 2026