Connect with us

Asal Kena

Adi Malang: Namanya Malang, Nasibnya Mah Saha Nu Nyaho!

Published

on

DI Senopati Banjaran, ada Adi Malang. Juragan bakso keliling, spesialis wilayah Senopati, Tarajusari, dan sekitarnya. Kalau sedang kumat semangatnya, Soreang pun dijabanin.

Soreang, Mang! Jualan bakso apa sedang menjalani laku prihatin mencari makna kehidupan? Heuheu.

Namanya memang Adi Malang, tapi hidupnya lumayan. Badan sehat, motor Ninja, cewek cantik, usaha jalan. Tinggal satu yang kadang belum sinkron: semangat mencari rezeki dengan jadwal kedatangan di Senopati.

Warga sudah lapar, Adi masih berkelana. Mungkin bagi Adi, waktu itu relatif. Einstein punya teori relativitas, Adi punya teori bakso-relativitas: semakin jauh wilayah jualan, semakin relatif jam pulangnya.

Kalau ditanya soal rezeki, jawabannya khas:

“Rezeki mah udah ada yang ngatur, Pa.”

Bener, Di. Rezeki memang ada yang mengatur. Tapi ikhtiar mah tetap kudu dijalankan. Ulah nepi ka tawakal dijadikeun alesan keur datang telat. Da warga mah teu bisa ngadahar filosofi, Pa. Warga mah ngadahar bakso!

Entah asli Brebes atau Magelang, yang jelas Jawa-nya masih terasa, Sunda-nya mulai berbaur, dan urusan perut warga menjadi jembatan toleransi antarbudaya.

Dari Adi kita belajar: hidup tak harus selalu menang, yang penting terus berjuang. Tak harus kaya raya untuk merasa cukup, tak harus terkenal untuk menjadi berarti.

Sebab kadang, yang membuat hidup kita tidak malang bukan banyaknya harta, melainkan sehat badannya, jalan usahanya, ada yang menyayanginya, dan masih bisa tertawa di tengah perjuangan.

Nya kitu, Di. Rezeki mah ti Gusti, usaha mah kudu pasti. Tapi isukan ka Senopati ulah kapeutingan teuing. Filosofi bisa ditunda, lapar mah henteu!***

Terpopuler

Copyright © 2026