Connect with us

Asal Kena

Acep Palagan, Duta Rokok Indie yang Tak Pernah Kehabisan Merek

Published

on

DI Komplek Senopati Banjaran, ada fenomena ekonomi yang layak diteliti para ahli. Bukan harga sembako, bukan rupiah melemah, melainkan perjalanan merek rokok Acep Suherman alias Acep Palagan.

Awal bulan, rokoknya masih beraroma internasional. Masuk pertengahan bulan, mulai ada penyesuaian. Begitu akhir bulan, mereknya makin indie, makin underground, sampai-sampai yang nongkrong di Pos Satpam Senopati atau Dwi Center suka bingung, “Cing, ieu rokok naon deui?”

Hebatnya, Acep selalu menemukan merek-merek yang tak terpikirkan oleh manusia biasa. Seolah-olah punya akses khusus ke gudang rokok yang bahkan sales-nya sendiri belum tentu tahu. Ganti hari, ganti merek. Ganti tanggal, ganti kelas ekonomi.

Apakah ini pertanda Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Ataukah daya beli Acep yang sedang melakukan evaluasi bulanan? Entahlah. Yang jelas, kalau tren ini dijadikan indikator ekonomi nasional, mungkin Bank Indonesia tak perlu lagi survei konsumen. Cukup pantau bungkus rokok Acep dari tanggal 1 sampai 30.

Tapi kita harus mengakui, Acep punya daya adaptasi luar biasa. Saat orang lain mempertahankan gengsi, Acep mempertahankan kebiasaan. Merek boleh berubah, harga boleh menyesuaikan, yang penting haseup mah tetep ngebul.

Acep Palagan bukan sekadar perokok. Ia adalah saksi hidup bahwa di negeri ini, yang konsisten cuma perubahan.

Punten, Pa Acep, bulan depan rokoknya naik kelas lagi, atau kita harus siap menyambut era tembakau racikan sorangan?***

Terpopuler

Copyright © 2026